Selasa, 21 Februari 2012

Art Work

Bukan seorang yang ahli dalam desain atau edit sesuatu, mungkin bisa dibilang jauh dari kata bagus. Tapi yaa.. sudahlah, lihat saja dulu Art Work kecil-kecilan saya ini. Beberapa pemain yang saya sukai (bukan di idolai) dan beberapa kejadian yang pasti sudah tak asing lagi bagi para pecinta sepakbola. Enjoy! (if you can).




STEVEN GERRARD



GENNARO GATTUSO



ALESANDRO NESTA




PARK JI SUNG




LUIS SUAREZ



My Favourite Football Moments



MESSI vs REAL MADRID




TEAM MATE BATTLE (PETR CECH vs BRANISLAV IVANOVIC)





TEAM MATE BATTLE (LEE BOWYER vs KEIRON DYER)





NIGEL DE JONG KUNGFU KICK TO XABI ALONSO WORLD CUP 2010 FINAL





WHY ALWAYS BALLOTELI? I DONT KNOW.. LOL





MESSI vs CR7





ZINEDINE ZIDANE FAREWELL PARTY AT WORLD CUP 2006 FINAL

Senin, 12 September 2011

Mari Bermain Fantasy Football

Entah apa yang terjadi dengan saya sampai bisa "keranjingan" bermain Football Fantasy seperti sekarang ini, padahal kurang lebih satu bulan yang lalu saya baru mengenal permainan ini. Awalnya, saya mengetahui permainan ini dari salah seorang Redaktur situs sepakbola online yang saya follow di twitter. Waktu itu beliau beberapa kali nge-tweet tentang Formasi pemain-pemain Premier League dari berbagai klub dan masuk dalam line up tim buatannya di Fantasy Football tersebut. Beliau juga sering mengajak untuk berpartisipasi dalam permainan tersebut dan memberi link kepada para followers nya. Dengan sangat penasaran, saya pun akhirnya membuka link tersebut dan memulai ikut bermain. Seperti kebanyakan pemula lainnya, awalnya saya sempat kebingungan dalam memahami tata cara mengikuti permainan ini. Setelah baca beberapa rules yang terdapat dalam menu permainan tersebut, akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai bisa memahami permaianan ini. Dan, Wallahhh!!! This is it!!! Udang Galah saus tiram ala chef Far.. Hasyaahh!!!.

Saya akan mencoba jelaskan sedikit tentang bagaimana cara memainkan di permaianan ini. Di awal permainan kita bisa membuat tim/klub dengan nama sesuai keinginan kita, selanjutnya kita akan mendapat modal uang sebesar 100 (juta ponds/euro/dollar saya juga kurang tahu, anggap saja cuma nominal itu saja). Kita diharuskan memilih 11 pemain mulai dari penjaga, gawang, bek, gelandang, hingga penyerang. Sebelumnya kita juga diperkenankan untuk memilih formasi tim kita, (4-4-2)-(4-3-3)-(3-4-3) dst. Selanjutnya kita bisa memilih/membeli pemain yang ingin kita masukkan dalam tim. Semakin hebat/jago pemain yang kita pilih semakin mahal harganya, maka dari itu pilih pemain yang yang pas dengan budget dan mengambil dari bebrapa tim agar tidak defisit nanti modal kita. Uang yang bisa kita belanjakan maksimal adalah 100. Pemain-pemain bintang seperti Wayne Rooney, Carlos Teves, Frank Lampard harganya bisa diatas 10 bahkan mencapai 20. Jadi, kalo kita pilih pemain-pemain bintang tersebut sebaiknya kombinasikan dengan pemain-pemain dari klub medioker seperti QPR, Swansea atau Blackburn yang harga pemainnya lebih murah. Setelah yakin akan pemain pilihan kita, kemudian kita bisa simpan tim pilihan kita tersebut.



Trus Dimana Serunya? Nah, menurut saya serunya adalah bagaimana penilaian dilakukan. Penilaian dilakukan sesuai dengan performa pemain di lapangan sebenarnya atau di dunia nyata. Jadi, ketika pemain pilihan kita bermain bagus di pertandingan sesungguhnya, maka semakin banyak poin yang kita dapat. Saya akan mencoba sedikit menjelaskan bagaimana cara penilaian di permainan ini. Ketika pemain pilihan kita di pasang sebagai starter kita sudah mendapatkan poin. Poin dari seorang pemain akan terus bertambah apabila performa pemain tersebut di lapangan bagus, contohnya ketika pemain tersebut memberi assist atau mencetak gol. Selain itu, poin seorang pemain akan bertambah jika melakukan hal-hal sebagai berikut; Menendang ke arah gawang, Dilanggar pemain lawan, mengambil tendangan bebas & pojok, mem-block tendangan lawan, menyelamatkan gawang, menhan tendangan penalti (untuk penjaga gawang) dst. Poin dari pemain juga bisa berkurang atau tidak maksimal jika melakukan berbagai tindakan seperti; Pelanggaran, Pelanggaran yang membuahkan kartu kuning/merah, diganti, gol bunuh diri, dst. Begitulah permainan ini kira-kira, berbeda dengan bermain PES atau Fottball Manager misalanya, di game-game tersebut kita masih bisa mengadalkan keahlian kita dalam memainkannya. Selain itu di game-game virtual tersebut peforma pemain atau tim masih banyak dikendalikan oleh Computer. Di Fantasy Football lebih ditekankan pada keahlian kita melakukan prediksi dan tebak-tebak buah manggis.

Setelah semua pertandingan dilaksanakan, poin akan diakumulasikan. Kita bisa melihat poin yang diberikan ke setiap pemain yang akan dijumlah dengan pemain lain. Akhirnya kita bisa melihat akumulasi total poin yang kita dapat dalam tim kita. Dan begitulah seterusnya, kita juga bisa melihat berada di peringkat berapa kita dalam klasemen. Kita juga bisa gabung/membuat liga pribadi yang isinya teman-teman kita sendiri. Bahkan ada yang memberikan hadiah jugajika berhail menjadi juara, so? tunggu apalagi?

Dan berikut ini beberapa program yang bisa dicoba, kebetulan saya ikut semuanya.



1. Yahoo Premier League Indonesia

2. Serie A Live Fantasy

3. UEFA Champions League Fantasy

Selamat Mencoba!!!

Selasa, 26 April 2011

Stop Kekerasan Dan “Blok” Suporter Indonesia!

Kekerasan di dunia sepakbola Indonesia kembali terjadi, salah satu anggota singaperbangsa mania (sipermania) tewas mengenaskan karena bagian depan kepalanya disabet samurai oleh salah seorang dari belasan pemuda yang mencegat rombongan korban yang pada saat itu sedang mengawal kepulangan Aremania, di Jalan raya A. Yani, depan Kantor Perdagangan Karawang, Minggu malam.



Muhammad Azis alias Sijalu bin Enjun Junaedi, 13, warga Kampung Jatirasa RT 14 RW 01 Kelurahan Karangpawitan, Karawang Barat, yang juga merupakan salah satu admin dari sipermania cyber, Senin pagi pukul 08:00, tewas ketika dalam perawatan di ruang UGD RSUD Karawang, setelah semalam sempat di rawat di RSU Bayukarta, Karawang.

Kekerasan suporter sepak bola seolah telah menjadi fenomena yang menyita perhatian sebagaian besar masyarakat belakangan ini. Tindakan pendukung sepakbola yang “membajak” dan menjejali gerbong kereta hingga di atas atap, berkelahi dengan brutal, merusak fasilitas-fasilitas umum, menghancurkan dan membakar properti-properti pribadi seperti mobil dan rumah-rumah, “perampokan” warung-warung dan toko-toko, merupakan ironi dari semangat olahraga (sepakbola) yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas.

Sepakbola sebagai cabang olahraga terpopuler di dunia seolah terus-menerus memiliki wajah seram. Bahkan di Indonesia, kekerasan boleh dikatakan telah begitu rupa mengambil alih wajah persepakbolaan nasional secara umum sehingga hampir-hampir mustahil untuk menghapusnya.

Sebenarnya kekerasan suporter sepakbola tak bisa dilepaskan begitu saja dari semangat kesukuan masa lalu yang diwariskan ke genarasi hari ini sebagai sisi-sisi gelap tersembunyi dalam diri manusia, baik sebagai individu maupun masyarakat sosial. Watak kekerasan yang diwaris dari masa tribalisme bukanlah satu-satunya akar. Campurtangan kepentingan politik dalam penyelenggaraan roda kompetisi maupun pengelolaan klub juga menjadi faktor penting sebagai penyulut terjadinya kekerasan.

Pengaruh kekuatan politik tertentu ini secara nyata tampak pada pasang naik-surutnya dukungan Pemerintah Daerah kepada kesebelasan kota seiring dengan pergantian dominasi politik. Hal ini juga dapat dilacak dari negosiasi-negosiasi (transaksi-transaksi politik) sangsi yang dijatuhkan oleh PSSI.

Sikap ketidakpatuhan terhadap aturan-aturan ini merupakan cermin langsung dari tidak profesionalnya pengelolaan kompetisi dan klub. Sikap ketidakpatuhan para pengelola inilah yang merembet atau menulari para suporter. Oleh karenanya, pengelolaan profesional sepakbola (industrialisasi sepakpola) dalam kompetisi yang didengung-dengungkan pada kenyataannya hanya bersifat semu.
Kekerasan suporter sepakbola sebenarnya bisa diredam atau diminimalisir dengan komunikasi budaya antar suporter, hal ini menjadi bermanfaat secara maksimal jika yang melakukan komunikasi ini benar-benar representasi dari kelompok-kelompok suporter. Dalam hal ini antara kelompok-kelompok suporter yang formal dengan kelompok-kelompok suporter yang kultural atau mereka yang sungguh-sungguh mampu menggerakan dan mengendalikan suporter.
Akhir kata, mengutip pernyataan Helmi Atmaja, salah satu pentolan suporter Jateng-DIY di Jakarta (Joglosemar), bahwa tiap kelompok supporter jika mempunyai rival adalah wajar, namun akan menjadi tak wajar ketika harus berkelompok dan berkoalisi untuk saling memusuhi siapa saja yang menjadi lawan koloni kita. Musuhmu bukan musuhku kawanmu bukan kawanku namun kita tetap bersaudara!! Stop BLOK SUPORTER di INDONESIA. (via Pasoepati.net)